kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Pasar tunggal ASEAN, Indonesia hanya sanggup 12 sektor


Jumat, 13 Agustus 2010 / 21:24 WIB
Pasar tunggal ASEAN, Indonesia hanya sanggup 12 sektor


Reporter: Martina Prianti | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah mengaku belum sepenuhnya siap menjalankan ASEAN Economic Community (AEC). Saat ini Pemerintah Indonesia belum bisa melakukan integrasi di seluruh sektor industri yang ditetapkan.

Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, pemerintah hanya mampu melakukan integrasi terhadap 12 dari 17 sektor yang akan dikembangkan dalam pasar tunggal ASEAN tahun 2015. Rencana pengembangannya 12 sektor itu akan dimulai pemerintah mulai tahun depan.

Sektor yang siap dilakukan integrasi oleh pemerintah itu antara lain, otomotif, elektronik, kesehatan, logistic, e-commerce, air lines, dan pariwisata. ”Ada 11 sektor harus masuk pada tahun 2011, sedangkan logistik akan masuk pada tahun 2013,” ucap Mari usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian tentang persiapan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan AEC 2011, Jumat (13/8).

Secara prinsip, kata Mari, AEC untuk mendorong kesatuan tiga bidang yakni jasa, investasi, dan tenaga kerja. Mari menilai, hal ini tidak ada kaitannya antara keterbukaan pasar dengan liberalisasi.

Sementara Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia menilai, AEC akan memberikan sumbangan pada perekonomian nasional. ”Secara keseluruhan, kita melihat ini sangat baik terutama dalam investasi karena Indonesia sudah masuk dalam investment grade,” kata Hatta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×