kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.526   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.747   -111,64   -1,63%
  • KOMPAS100 898   -17,26   -1,88%
  • LQ45 661   -9,30   -1,39%
  • ISSI 244   -3,80   -1,53%
  • IDX30 373   -3,92   -1,04%
  • IDXHIDIV20 456   -5,19   -1,13%
  • IDX80 102   -1,62   -1,55%
  • IDXV30 130   -1,79   -1,36%
  • IDXQ30 119   -1,05   -0,87%

Panas Aspal Arab Saudi Bisa Capai 70 Derajat Celcius, Jemaah Waspadai Kaki Melepuh


Senin, 11 Mei 2026 / 17:59 WIB
Panas Aspal Arab Saudi Bisa Capai 70 Derajat Celcius, Jemaah Waspadai Kaki Melepuh
Panas aspal Arab Saudi bisa mencapai 70 derajat, jemaah haji diminta waspadai kaki melepuh. (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Jemaah haji diimbau tidak melepas alas kaki saat berada di Tanah Suci. Tanpa alas kali, cuaca panas ekstrem di Arab Saudi berpotensi membahayakan kesehatan kaki.

Dengan suhu udara yang menembus lebih dari 40 derajat celsius, permukaan aspal maupun pelataran masjid yang terpapar langsung sinar matahari bisa mencapai 60 hingga 70 derajat celsius.

Karena itu, jemaah diimbau untuk selalu menggunakan alas kaki atau sandal saat beraktivitas di luar ruangan, guna melindungi kaki dari panas berlebih dan mencegah risiko luka bakar maupun lecet.

Kondisi tersebut membuat jemaah rentan mengalami telapak kaki pecah-pecah, luka bakar, hingga melepuh jika tidak menggunakan perlindungan yang memadai.

Baca Juga: Timteng Tutup Ruang Udara, Arab Saudi Beroperasi Terbatas dengan Status Waspada

Dokter Unit Kesehatan Sektor 1 Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, mengatakan udara panas dan kering di Tanah Suci dapat mengurangi kelembapan alami kulit sehingga telapak kaki lebih mudah rusak.

“Kulit kaki yang pecah-pecah sangat rentan mengalami luka bakar atau melepuh ketika bersentuhan langsung dengan permukaan panas,” ujarnya dalam edukasi kesehatan haji, Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, luka lepuh pada kaki bukan persoalan sepele. Selain menimbulkan nyeri hebat yang mengganggu mobilitas jemaah, luka terbuka juga berisiko mengalami infeksi akibat paparan bakteri dari lingkungan sekitar.

Petugas kesehatan mencatat risiko tertinggi biasanya terjadi pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi, terutama di area pelataran masjid yang terkena sinar matahari langsung, terminal bandara, hingga jalur aspal menuju kawasan Jamarat di Mina.

Karena itu, jemaah diminta tidak menyepelekan perlindungan kaki selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: Kontras Cuaca Arab Saudi: Jeddah 30°C, Sementara Wilayah Utara Nyaris Beku

Petugas kesehatan menyarankan jemaah menggunakan sandal atau sepatu yang nyaman dan sudah biasa dipakai, bukan alas kaki baru yang berpotensi memicu lecet akibat gesekan.

Selain itu, penggunaan pelembap secara rutin juga dianjurkan untuk menjaga elastisitas kulit telapak kaki agar tidak mudah pecah.

“Kulit yang lembap jauh lebih kuat terhadap gesekan dan suhu panas,” kata Fathi.

Jemaah juga dianjurkan memakai kaos kaki sebagai lapisan perlindungan tambahan dari suhu panas permukaan lantai dan aspal.

Persoalan sandal hilang yang kerap terjadi di area masjid juga menjadi perhatian serius petugas kesehatan.

Jemaah diimbau selalu membawa kantong sandal sendiri agar alas kaki tidak tercecer atau tertukar saat beribadah.

Petugas mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan berjalan tanpa alas kaki ketika sandal hilang, terutama di area terbuka yang panas.

Baca Juga: Fenomena Langka! Salju Turun di Arab Saudi, Suhu Anjlok hingga Di Bawah Nol, Ada Apa?

“Kalau sandal hilang, jangan nekat berjalan nyeker di atas lantai panas. Segera minta bantuan petugas atau rekan jemaah,” ujar Fathi.

Bagi jemaah yang telah mengalami lepuhan, petugas kesehatan meminta agar luka tidak dipecahkan sendiri karena dapat memicu infeksi terbuka yang lebih serius.

Dalam penyelenggaraan haji, kesehatan kaki menjadi aspek penting yang sering luput dari perhatian. Padahal, hampir seluruh rangkaian ibadah haji menuntut kemampuan berjalan kaki dalam jarak cukup jauh.

“Kaki adalah tumpuan utama ibadah haji. Menjaga kesehatan kaki berarti menjaga kelancaran seluruh rangkaian ibadah,” kata Fathi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×