kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.899   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.056   24,59   0,41%
  • KOMPAS100 781   5,91   0,76%
  • LQ45 599   5,22   0,88%
  • ISSI 211   -0,15   -0,07%
  • IDX30 333   2,92   0,88%
  • IDXHIDIV20 426   3,79   0,90%
  • IDX80 89   0,63   0,71%
  • IDXV30 116   0,52   0,45%
  • IDXQ30 109   1,04   0,97%

Pagu rupiah naik, defisit anggaran 2015 bisa 2%


Kamis, 18 Desember 2014 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani penukaran uang dolar Amerika di salah satu gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Jumat (1/3/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah mengubah asumsi rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 yang akan dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada awal tahun depan. Asumsi rupiah akan ditaruh pada level Rp 12.000-an.

Sebelumnya dalam APBN 2015, asumsi rupiah adalah Rp 11.900 per dollar Amerika Serikat (AS). Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan rupiah yang dinaikkan dalam bujet anggaran tidak akan membuat defisit besar.

Defisit masih tetap bisa mengarah ke level 2% dari pendapatan domestik bruto (PDB). "Gara-gara rupiah yang naik cuma satu yaitu bunga cicilan," ujarnya, Kamis (18/12).

Mengenai beban pengeluaran pemerintah khususnya subsidi bahan bakar minyak (BBM), ia mengakui anggaran subsidi BBM akan kecil sekali dalam RAPBN-P 2015. Penurunan itu diakibatkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter yang telah dilakukan pemerintah.

Asal tahu saja, defisit anggaran dalam APBN 2015 adalah 2,21% dari PDB atau Rp 245,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×