kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Pagu rupiah naik, defisit anggaran 2015 bisa 2%


Kamis, 18 Desember 2014 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani penukaran uang dolar Amerika di salah satu gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Jumat (1/3/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah mengubah asumsi rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 yang akan dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada awal tahun depan. Asumsi rupiah akan ditaruh pada level Rp 12.000-an.

Sebelumnya dalam APBN 2015, asumsi rupiah adalah Rp 11.900 per dollar Amerika Serikat (AS). Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan rupiah yang dinaikkan dalam bujet anggaran tidak akan membuat defisit besar.

Defisit masih tetap bisa mengarah ke level 2% dari pendapatan domestik bruto (PDB). "Gara-gara rupiah yang naik cuma satu yaitu bunga cicilan," ujarnya, Kamis (18/12).

Mengenai beban pengeluaran pemerintah khususnya subsidi bahan bakar minyak (BBM), ia mengakui anggaran subsidi BBM akan kecil sekali dalam RAPBN-P 2015. Penurunan itu diakibatkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter yang telah dilakukan pemerintah.

Asal tahu saja, defisit anggaran dalam APBN 2015 adalah 2,21% dari PDB atau Rp 245,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×