kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pagar DPR rubuh, tiga orang ditahan polisi


Kamis, 12 Januari 2012 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membuat tempe di sentra perajin tempe Sanan, Malang, Jawa Timur, Senin (4/1/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp.


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Lelaki tua itu teriak-teriak marah. Da tidak terima dengan apa yang baru menimpa dirinya.

Bersama dua orang yang tampak usianya jauh lebih muda ia baru saja digelandang polisi ke salah satu pos pengaman terdekat di lingkungan halaman Gedung DPR. "Polisi apa ini, saya jatuh terus malah ditendang seperti binatang," katanya dengan betis kanan yang tampak baru saja diperban. Kamis (12/1).

Saat ditanya, ia mengaku bernama Wawan Juanda dari Tasikmalaya. Ia termasuk anggota Sekretariat Bersama Pemulihan Hak-Hak Rakyat Indonesia yang saat ini tengah berunjuk rasa di depan Gedung DPR.

Wawan diciduk tidak lama setelah dua bilah pagar di sisi gerbang Gedung DPR rubuh. Pagar itu rubuh ketika massa tampak mendorong-dorong pagar yang hendak mencoba masuk ke Gedung DPR.

Salah satu tuntutan yang digaungkan massa ialah reformasi agraria lengkap dengan penuntasan berbagai kasus sengketa tanah yang merugikan masyarakat. "Saya ini orang miskin Pak, susah, kenapa begini," kata Wawan sebelum dibawa masuk ke ruangan pengaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×