kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Pacu dayang saing, Kemendikbudristek gelar program Bridging Course Vokasi 2021


Minggu, 15 Agustus 2021 / 15:32 WIB
ILUSTRASI. Mahasiwi Poman Astra mengikuti praktikum di Politeknik Manufaktur Astra, Jakarta, Kamis (1/11/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar Program Bridging Course Vokasi Tahun 2021. Program ini merupakan kursus intensif persiapan/pembekalan kompetensi bahasa dan akademik pendukung untuk insan vokasi agar mampu memenuhi persyaratan untuk diterima pada perguruan tinggi di luar negeri.

Pada kesempatan ini, Dekan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Daryanto, memberikan apresiasi dan menyampaikan pentingnya program Bridging Course Vokasi. 

Menurutnya, program Bridging Course Vokasi tidak hanya membuat insan vokasi belajar Bahasa Inggris secara kontekstual, tapi yang lebih penting adalah bagaimana dapat aktif dalam studi dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. “Saya juga alumnus program seperti BCV,” kata dia dalam keterangannya, Minggu (15/8).

Melalui program ini insan vokasi mendapatkan penguatan kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan akademik pendukung yang diselenggarakan secara terstruktur serta pendampingan-pendampingan profesional agar bisa mendapatkan Letter of Accaptance (LoA) pada perguruan tinggi impian. Dengan demikian, ketersediaan insan vokasi yang memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan studi ke program S2/S3 dapat meningkat.

Baca Juga: Dapat pesanan laptop dari Kemendikbud Ristek, Zyrexindo (ZYRX) kantongi Rp 700 miliar

Program Bridging Course Vokasi ditujukan untuk dosen dan bukan dosen, baik guru dan tenaga kependidikan SMK, instruktur lembaga kursus dan pelatihan (LKP), widyaiswara di lingkungan Ditjen Vokasi, maupun masyarakat umum yang memiliki kontribusi langsung pada pendidikan vokasi dan berencana melanjutkan studi S2/S3 ke luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut pula, Dekan Arief mengatakan, pemerintah telah membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada insan vokasi Indonesia untuk mengakses kesempatan studi di luar negeri. Harapannya, ke depan para insan vokasi dapat mengambil kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuannya. Salah satunya melalui Program Bridging Course Vokasi.

“Sekarang adalah waktunya bagi teman-teman untuk ambil studi ke luar negeri, tapi fokus pada pendidikan vokasi. Kita perlu motivasi yang khusus dan insentif sudah disediakan. Nikmat apa lagi yang tidak kita syukuri. Tinggal kemauan dan tekad bulat,” ujarnya.

Program Bridging Course Vokasi tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, tapi juga keterampilan akademik pendukung lainnya. Tujuan dari program ini adalah membantu peserta program agar tidak kesulitan menjalankan studinya di luar negeri.

Baca Juga: Kemendikbud Ristek minta update data calon penerima bantuan kuota internet digenjot

“Peserta akan dibantu mempersiapkan tes-tes yang biasanya dipakai di universitas negara tujuan studi. Kita juga akan bantu mempersiapkan esai untuk keperluan studinya. Setelah mengikuti program ini peserta akan merasa lebih siap untuk menjalani studi lanjut tepat waktu dan meraih prestasi yang baik,” jelas Sandra Siahaan, praktisi human resource dari tim Program Bridging Course Vokasi.

Program ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Para pakar terlibat sebagai pemateri di program ini. Contohnya materi bahasa Inggris, Ditjen Pendidikan Vokasi melibatkan ahli dari lembaga-lembaga bahasa Inggris. “Kita juga melibatkan alumni dan para pendukung dari Ditjen Vokasi. Intinya akan melibatkan pakar sesuai bidangnya,” urainya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×