kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Kadin Sarankan Hal Ini


Senin, 02 Februari 2026 / 20:46 WIB
OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Kadin Sarankan Hal Ini
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Kadin Indonesia menyampaikan dukungannya pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hendak melakukan percepatan reformasi integritas pasar modal.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan dukungannya pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hendak melakukan percepatan reformasi integritas pasar modal.

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang BUMN Kadin, Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) menyampaikan setidaknya terdapat dua poin penting yang perlu dijalankan oleh OJK. Keduanya yakni transparansi dan integritas.

"Saya rasa yang (penting) pertama adalah integritas, kedua transparansi," jelasnya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Dia lantas mencontohkan agar perusahaan listed dapat melaksanakan transparansi sebagaimana yang dijalankan oleh sejumlah perusahaan pelat merah dalam beberapa waktu belakangan.

Baca Juga: Per Januari 2026, Realisasi Anggaran BGN Capai Rp 19,5 Triliun

Apabila OJK dan BI benar-benar meningkatkan transparansi, serta mengerek ambang batas free float, dia optimistis hal itu bakal berdampak positif pada pasar modal nasional.

"Dengan mengedepankan transparansi, integritas, dan laporan yang lebih lengkap ini, harapannya investor akan makin percaya pada pasar modal Indonesia, dan tentunya flow of fund, baik FDI dari investment maupun ke private equity bisa berjalan lancar lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, OJK menyiapkan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal, mulai dari kenaikan batas minimum free float emiten menjadi 15% hingga penguatan transparansi dan tata kelola.

Langkah ini diharapkan memperkuat kredibilitas, daya tarik investasi, serta keselarasan pasar modal Indonesia dengan praktik terbaik global.

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut rencana aksi untuk percepatan reformasi integritas ini diharapkan bisa menjadikan pasar modal Indonesia semakin kredibel dan investable.

Adapun delapan rencana aksi ini dikelompokkan ke dalam empat klaster besar, yakni kebijakan baru free float, transparansi, tata kelola & enforcement, serta sinergitas.

Sementara itu, rencana aksi pertama ialah menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15% dari sebelumnya 7,5% yang akan dilakukan secara bertahap.

“Untuk perusahaan yang melakukan IPO baru, dapat langsung ditetapkan 15%. Sedangkan untuk emiten yang sudah lama, akan diberikan waktu transisi,” jelasnya dalam Dialog Pasar Modal di Main Hall BEI, Minggu (1/1/2026).

Baca Juga: AS Sumbang Surplus Terbesar Neraca Perdagangan Indonesia 2025, Tembus US$18,11 Miliar

Selanjutnya: Staf Khusus Presiden Dorong Peningkatan Produktivitas UMKM Lewat Akses Air Bersih

Menarik Dibaca: Fiesta Ajak Pasangan Eksplor Agar Hubungan Seks Tak Membosankan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×