kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

OECD pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 menjadi 3,7%


Rabu, 22 September 2021 / 09:52 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 menjadi 3,7% yoy. 

Padahal sebelumnya, lembaga tersebut optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di kisaran 4,7% yoy. 

Dalam laporan terbarunya, lembaga tersebut mengatakan bahwa pemulihan ekonomi global terus berlanjut. Hanya, pemulihan ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia, nampak tak secepat negara maju karena masih adanya Covid-19. 

“Pemulihan ekonomi global berlanjut, tetapi tidak merata. Vaksinasi berjalan pada tingkat yang berbeda dan skala kemampuan dukungan kebijakan ekonomi makro tiap negara juga berbeda,” tulis OECD dalam laporan Economic Outlook - Interim Report September 2021, seperti dikutip Rabu (22/9). 

Tak hanya itu, adanya gelombang kedua Covid-19 di berbagai negara dan merebaknya varian Delta yang lebih menular membuat progres pemulihan ekonomi di negara dengan tingkat vaksinasi mini menjadi tersendat. 

Baca Juga: Ekonomi Malaysia dan India Cepat Pulih

Belum lagi, pemerintah harus menarik rem darurat berupa pembatasan aktivitas, sehingga ini akan memengaruhi prospek pemulihan ekonomi di negara-negara tersebut. 

Berbanding terbalik, negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa diperkirakan mampu mendorong perekonomiannya lewat kebijakan ekonomi makro dan keuangan yang akomodatif. 

Untuk itu, OECD kemudian mengimbau pentingnya kerjasama internasional untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan melakukan vaksinasi. 

Pasalnya, vaksinasi ini juga merupakan salah satu kunci untuk mendukung aktivitas publik yang akhirnya juga menggerakkan roda perekonomian. Ini juga menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. 

Lebih lanjut, tak hanya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini, OECD juga memangkas proyeksi pertumbuhan 2022 menjadi 4,9% yoy. Padahal, dalam perkiraan sebelumnya OECD optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan di level 5,1% yoy. 

Selanjutnya: BI ramal ekonomi pada kuartal III 2021 bakal tumbuh sekitar 5%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×