Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti besarnya nilai restitusi pajak yang dinilai tidak wajar dan berpotensi menekan penerimaan negara.
Ia mengungkapkan adanya indikasi kejanggalan dalam proses restitusi, termasuk praktik penggelembungan biaya produksi oleh produsen.
"Memang saya pikir restitusi kita kegedean, banyak aneh-aneh ya. Kadang-kadang juga produsen menaikkan cost of goods sold (COGS) terlalu tinggi sehingga marginnya kecil sekali, padahal sebenarnya keuntungannya besar," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2).
Baca Juga: Purbaya Ramal Restitusi Pajak di 2026 Menurun Menjadi Rp 270 Triliun
Purbaya menjelaskan, saat berkunjung ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP), diketahui nilai restitusi yang sudah keluar sekitar Rp 300 triliun hingga Rp 361 triliun. Ia pun memutuskan untuk menghentikan sisa proses restitusi yang masih berjalan.
"Oke, dari situ saya berhentiin, karena kita concern dengan pendapatan dari pajak dan ekonomi yang melambat waktu itu hampir semua sudah keluar tinggal Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun yang belum dieksekusi," katanya.
Namun demikian, Purbaya mengakui ruang fiskal untuk menyelamatkan penerimaan pajak dari sisi restitusi pada tahun lalu relatif terbatas, mengingat sebagian besar restitusi sudah terlanjur dibayarkan.
Meski begitu, ia mengaku heran dengan kecepatan proses pencairan restitusi dalam beberapa bulan terakhir. "Saya agak heran kenapa sekian bulan cepat-cepat banget kayanya ngabisinnya. Jadi ada yang aneh di situ," katanya.
Ke depan, Purbaya memastikan akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kebijakan dan mekanisme restitusi pajak.
Ia juga menanggapi masukan dari berbagai pihak untuk mengevaluasi apakah strategi restitusi selama ini terlalu otomatis dan minim pengawasan.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pajak: Kemenkeu Siapkan Pendampingan Hukum untuk Pegawai
"Nanti akan saya investigasi. Kita akan lihat strategi restitusi yang baik seperti apa, karena selama ini katanya seperti otomatis, tidak ada kontrol dari pajak untuk mengecek, atau saya pikir terlalu mudah. Nanti akan saya cek," ujar Purbaya.
Selanjutnya: Cegas Celah Korupsi, Purbaya Bakal Rotasi 50 Pegawai Pajak pada Jumat (6/2)
Menarik Dibaca: Kulkas Side by Side Terbaru Midea Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













