kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Nilai Impor Indonesia pada Februari 2022 Turun 8,64% Menjadi US$ 16,64 Miliar


Selasa, 15 Maret 2022 / 12:28 WIB
ILUSTRASI. Impor Indonesia bulan Februari 2022 turun dibanding bulan sebelumnya jadi US$ 16,64 miliar


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai impor Indonesia pada Februari 2022 turun bila dibandingkan dengan posisi pada Januari 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada Februari 2022 sebesar US$ 16,64 miliar. Jumlah itu turun 8,64% secara month to month (mtm). Di mana, pada bulan Januari 2022, nilai impor Indonesia sebanyak US$ 18,23 miliar.

“Jadi ekspor bulan Februari ini turun 8,64% mtm bila dibandingkan Januari 2022,” tutur Kepala BPS Margo Yuwono dalam rilis BPS, Selasa (15/3).

Margo memerinci, impor minyak dan gas (migas) pada Januari 2022 tercatat sebesar US$ 2,90 miliar, atau naik 30,19% mtm dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 2,23. Sedangkan untuk impor nonmigas, pada Februari 2022 tercatat sebesar US$ 13,74 miliar, atau turun sebesar 14,05% mtm, dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 15,98 miliar.

Baca Juga: Naik Lagi, Nilai Ekspor Indonesia di Februari 2022 Capai US$ 20,46 Miliar

Akan tetapi, bila dibandingkan dengan bulan Februari 2021 nilai impor pada bulan Febaruari 2022 masih meningkat 25,43% yoy. Kemudian, jika dilihat dari komponen migas dan non migas, Margo mengatakan, secara tahunan mengalami peningkatan.

Untuk impor migas pada Februari 2022 tercatat meningkat sebesar 122,52% yoy atau sebesar US$ 2,90 miliar dari bulan Februari 2021 yang sebesar US$ 1,30 miliar. Sedangkan untuk impor nonmigas juga terjadi peningkatan sebesar 14,84% yoy, atau sebesar US$ 13,74 miliar pada Februari 2022, dari US$ 2,90 miliar pada Januari 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×