kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Neraca surplus, perlu didukung reformasi migas


Kamis, 09 Januari 2014 / 22:49 WIB
Neraca surplus, perlu didukung reformasi migas
ILUSTRASI. Mengenali perbedaan basic skincare seperti toner, essense, serum, dan ampoule merupakan hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah pakai.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai bahwa keberhasilan pemerintah dalam menjaga defisit neraca perdagangan perlu didukung dengan reformasi kebijakan di sektor migas.

"Reformasi migas akan menjadi tantangan selanjutnya, ketika defsit neraca perdagangan terjadi lagi dan pemerintah tidak sanggup melawannya karena hanya bisa menekan melalui import non migas," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, Kamis (9/1)

Dalam catatan BPS, terjadi surplus neraca perdagangan selama dua bulan terakhir. Dan menurut BI bahwa faktor yang mendukungnya adalah kebijakan pembatasan impor yang dikeluarkan pemerintah.

"Usaha untuk memperbaiki impor sudah semakin nyata, sayang, kita tidak bisa memperbaiki ini, defisit migas masih menjadi perhatian kita dan ini yang perlu dilakukan perubahan struktural,"jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×