kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BI: proyeksi defisit tahun 2014 di bawah 3%


Kamis, 09 Januari 2014 / 17:35 WIB
ILUSTRASI. PT Intiland Development Tbk (DILD) kian memperkuat lini bisnis kawasan industri.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, perbaikan pada neraca perdagangan dan angka inflasi menunjukkan kebijakan yang dibuat BI bersama dengan pemerintah mulai menunjukkan hasil. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menyatakan, beberapa kebijakan moneter yang diluncurkan pada 2013 mampu memberikan hasil berupa penurunan impor dan juga inflasi.

Menurutnya, kebijakan BI yang diperkenalkan pada semester I dan II-2013 berupa loan to value (LTV) dan pengetatan loan to deposit ratio (LDR) di level 78%-92%, kebijakan giro wajib minimum (GWM) Sekunder dan juga kenaikan tingkat suku bunga acuan atau BI rate, telah membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

"Perbaikan ini terlihat di kuartal IV-2013 dengan membaiknya neraca perdagangan," kata Mirza pada konferensi pers di Gedung BI, Kamis (9/1).

Lebih lanjut Mirza mengungkapkan, defisit transaksi berjalan pada kuartal IV sedikit di bawah 3%. Karena itu, BI memperkirakan deifisit transaksi berjalan sepanjang tahun 2013 akan berada pada posisi 3,5%. Di tahun 2014, defisit sebesar 2,8% dari PDB.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan, kondisi ekonomi global ikut memberi tekanan pada neraca pembayaran pada tahun 2013. "Ini salah satunya akibat menurunnya ekspor non migas," ucap Agus.

Kondisi di tahun 2014 berpeluang lebih baik. BI menilai, ada perbaikan ekonomi yang kuat di negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut Mirza, ini bisa mendorong peningkatan ekspor di tahun 2014. Sehingga diharapkan, defisit transaksi berjalan Indonesia tahun ini bisa berada sedikit di bahwa level 3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×