kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Neraca perdagangan Juli defisit US$ 176,5 juta


Senin, 03 September 2012 / 14:12 WIB
Neraca perdagangan Juli defisit US$ 176,5 juta
ILUSTRASI. Pekerja membuat jaket kulit di Bogor. KONTAN/BAihaki/17/07/2021


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia Juli 2012 lalu kembali defisit. Kali ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit perdagangan mencapai US$ 176,5 juta.

Pada Juli lalu, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai sebesar US$ 16,15 miliar. Sementara, nilai impor sebesar US$ 16,33 miliar.

Kendati neraca perdagangan Juli lalu defisit, Kepala BPS Suryamin mengatakan, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia masih surplus. Surplus perdagangan Januari hingga Juli lalu mencapai sebesar US$ 335,5 juta.

BPS melansir, ekspor Indonesia dari Januari sampai Juli 2012 sebesar US$ 113,11 miliar. Sebanyak 60% masih didominasi sektor industri dengan nilai US$ 68,04 miliar.

Dari sektor impor, sepanjang Januari sampai Juli 2012 sebesar US$ 112,78 miliar. Angka tersebut naik sekitar US$ 13 miliar dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Impor Indonesia masih didominasi bahan baku/penolong sebesar 72,66% (US$ 81,95 miliar), barang modal 20,28% (US$ 22,87 miliar), dan barang konsumsi 7,06% (US$ 7,96 miliar).

Suryamin menerangkan, neraca perdagangan Indonesia defisit dengan Thailand dan Singapura. Namun dengan Malaysia, neraca perdagangan Indonesia masih surplus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×