kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Neraca perdagangan Juli defisit US$ 176,5 juta


Senin, 03 September 2012 / 14:12 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membuat jaket kulit di Bogor. KONTAN/BAihaki/17/07/2021


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia Juli 2012 lalu kembali defisit. Kali ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit perdagangan mencapai US$ 176,5 juta.

Pada Juli lalu, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai sebesar US$ 16,15 miliar. Sementara, nilai impor sebesar US$ 16,33 miliar.

Kendati neraca perdagangan Juli lalu defisit, Kepala BPS Suryamin mengatakan, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia masih surplus. Surplus perdagangan Januari hingga Juli lalu mencapai sebesar US$ 335,5 juta.

BPS melansir, ekspor Indonesia dari Januari sampai Juli 2012 sebesar US$ 113,11 miliar. Sebanyak 60% masih didominasi sektor industri dengan nilai US$ 68,04 miliar.

Dari sektor impor, sepanjang Januari sampai Juli 2012 sebesar US$ 112,78 miliar. Angka tersebut naik sekitar US$ 13 miliar dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Impor Indonesia masih didominasi bahan baku/penolong sebesar 72,66% (US$ 81,95 miliar), barang modal 20,28% (US$ 22,87 miliar), dan barang konsumsi 7,06% (US$ 7,96 miliar).

Suryamin menerangkan, neraca perdagangan Indonesia defisit dengan Thailand dan Singapura. Namun dengan Malaysia, neraca perdagangan Indonesia masih surplus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×