kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Neraca perdagangan Indonesia surplus, anggota DPR ini justru bilang, perlu waspada


Senin, 19 April 2021 / 21:23 WIB
Neraca perdagangan Indonesia surplus, anggota DPR ini justru bilang, perlu waspada
ILUSTRASI. Pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/12/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi nasional semakin kuat. Salah satu indikatornya adalah surplus neraca perdagangan Januari-Maret 2021 mencapai US$ 5,52 miliar.

Deputi Komunikasi BI Erwin Haryono  memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. “BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung pemulihan ekonomi," kata Erwin, dalam keterangan tertulis Jumat (16/4). 

Namun Kamrussamad, Anggota Komisi XI DPR justru menyatakan perlu mewaspadai surplus tersebut. Ia melihat pertumbuhan volume perdagangan sebenarnya lebih rendah daripada nilai komoditasnya. Sehingga terdapat kenaikan harga di tingkat produsen. Volume komoditas manufaktur yang lebih rendah dari nilainya seperti produksi manufaktur pada mesin industri dan peralatan listrik.

“Kegiatan ekspor dan impor mengalami peningkatan yang signifikan pada periode menjelang Ramadan dan Idul Fitri yang dikhawatirkan adanya libur panjang. Sehingga industri mengirim muatan hasil produksinya terlebih dulu," ujarnya., dalam pernyataan tertulis ke Kontan.co.id, Senin (19/4). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×