kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.625   72,00   0,41%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Neraca pembayaran Indonesia kuartal II 2020 surplus US$ 9,2 miliar


Selasa, 18 Agustus 2020 / 11:00 WIB
ILUSTRASI. Implementasi Sistem informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika (SiMoDIS): Pekerja di Pelabuhan Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, jumat (27/12). Mulai 1 Januari 2020 Bank Indonesia (BI) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meningkatkan kepatuhan peng


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

"Di sisi lain, remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga berkurang, sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia yang juga menahan penurunan defisit transaksi berjalan lebih lanjut," tambah Onny.

Lebih lanjut, transaksi modal dan finansial pada kuartal II-2020 mencatat surplus cukup signifikan bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.

Surplus transaksi modal dan finansial tercatat sebesar US$ 10,5 miliar, terutama berasal dari aliran masuk netto investasi portofolio dan investasi langsung, setelah pada kuartal sebelumnya mencatat defisit US$ 3,0 miliar.

Baca Juga: Pulihkan ekonomi, Gubernur bank sentral Australia dorong pemerintah tarik utang

Aliran masuk investasi portofolio meningkat dalam bentuk penerbitan global bond oleh pemerintah dan korporasi, juga karena pembelian Surat Utang Negara (SUN).

Berlanjutnya aliran masuk modal asing juga dipengaruhi oleh likuiditas global yang meningkat, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang tetap menarik, serta terjaganya keyakinan investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Sementara itu, investasi langsung yang juga memberi sumbangan pada surplus neraca transaksi modal dan finansial tercatat relatif melambat dibandingkan dengan capaian pada kuartal sebelumnya, sejalan dengan kontraksi ekonomi domestik.

"Sementara transaksi investasi lainnya mengalami defisit, dipengaruhi oleh pola musiman meningkatnya pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×