kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Neraca Pembayaran Indonesia Catat Defisit US$ 7,4 Miliar Pada Kuartal II-2023


Selasa, 22 Agustus 2023 / 11:29 WIB
Neraca Pembayaran Indonesia Catat Defisit US$ 7,4 Miliar Pada Kuartal II-2023
ILUSTRASI. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik defisit pada kuartal II-2023.ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik defisit pada kuartal II-2023, setelah mencatat surplus US$ 6,52 miliar pada kuartal I-2023. 

Bank Indonesia (BI) mencatat, defisit NPI periode April 2023 hingga Juni 2023 tersebut sebesar US$ 7,4 miliar. 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, defisit NPI didorong oleh defisit transaksi berjalan juga defisit transaksi modal dan finansial. 

Baca Juga: Kebijakan Moneter The Fed Bakal Longgar, Dukung Penguatan Rupiah Tahun Depan

"Meski, defisit neraca transaksi berjalan dan transaksi modal setra finansial masih terkendali," terang Erwin dalam keterangannya, Selasa (22/8). 

Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada kuartal II-2023 tercatat US$ 1,9 miliar atau setara 0,5% produk domestik bruto (PDB). 

CAD pada kuartal tersebut didorong oleh penurunan ekspor, sejalan dengan penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global. 

Sedangkan defisit transaksi modal dan finansial tercatat US$ 5,0 miliar atau setara 1,4% PDB. Seiring dengan defisit investasi portofolio dan investasi lainnya karena ketidakpastian global yang meningkat. 

Meski demikian, Erwin bilang BI yakin kinerja NPI kuartal II-2023 tetap terjaga dan mampu menopang ketahanan eksternal Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×