kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Neraca dagang surplus US$ 497 juta per Maret


Jumat, 15 April 2016 / 18:04 WIB
Neraca dagang surplus US$ 497 juta per Maret


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Maret 2016 mengalami surplus sebesar US$ 479 juta. Surplus tersebut disebabkan oleh nilai ekspor pada bulan lalu sebesar US$ 11,79 miliar, lebih besar dibanding nilai impor yang tercatat sebesar US$ 11,3 miliar.

Meski demikian, surplus tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan surplus neraca perdagangan Maret 2015 yang tercatat sebesar US$ 1,13 miliar. Surplus tersebut juga masih lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada bulan lalu yang tercatat sebesar US$ 1,14 miliar.

Bulan lalu, kinerja ekspor belum juga mengalami kenaikan yang berarti. Jumlah ekspor tersebut turun cukup dalam, yaitu 13,51% dibanding ekspor Maret 2015. Namun, ekspor meningkat 4,25% dibanding ekspor Februari 2016.

Sementara itu, kinerja impor Maret 2016 juga turun sebesar 10,41% year on year (YoY), lebih baik dibandingkan dengan penurunan ekspor. Sementara itu, kinerja impor tersebut membaik, yaitu mengalami peningkatan 11,01% dibanding impor Februari 2016.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, baik ekspor migas naupun nonmigas mengalami penurunan YoY masing-masing sebesar 38,2% dan 9,29%. Sementara bila dibanding bulan sebelumnya ekspor migas dan nonmigas mengalami peningkatan masing-masing sebesar 10,4% dan 3,58%.

Menurut Suryamin, ada 17 subsektor industri manufaktur yang mengalami peningkatan ekspor secara bulanan. Beberapa diantaranya yaitu industri minuman 51,45%, pengolahan tembakau 12,32%, tekstil 7,47%, pakaian jadi 4,7%, serta kulit dan barang dari kulit 2,56%.

Namun, masih ada sektor dari beberapa subsektot manufaktur yang kinerjanya turun secara bulanan, yaitu makanan 0,94%, barang logam bukan mesin dan peralatannya 34,7%, alat angkutan lainnya dan kendaraan bermotor 84,1%, dan pengolahan lainnya termasuk perhiasan 19,96%

Tak hanya itu, peningkatan ekspor bulan Maret lalu secara bulanan juga disumbang oleh kenaikan harga pada 17 komoditi. Beberapa diantaranya, yaitu batu bara 2,7%, kakao 5,14%, kopra 21,77%, palm oil 7,19%, dan palm kernel oil 22,77%.

Sementara itu, ada peningkatan harga secara tahunan terhadap delapan komoditi, diantaranya kakao 6,6%, palm oil 2,08%, dan palm kernel oil 16,97%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×