kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Nelson Mandela di mata Menlu Marty Natalegawa


Jumat, 06 Desember 2013 / 10:43 WIB
Extraordinary Attorney Woo.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa mengutarakan rasa bela sungkawa atas meninggalnya mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.

"Kita semua merasakan duka yang sangat mendalam atas wafatnya seorang tokoh dan pejuang yang secara teguh dan prinsipil menentang kebijakan apartheid yang keji," ujar Marty dalam siaran persnya, Jumat (6/12/2013).

Marty mengatakan, Nelson Mandela yang juga tokoh antiapartheid ini menjadi inspirasi di seluruh pelosok dunia, khususnya negara berkembang termasuk Indonesia.

"Inspirasi menentang rasisme, kolonialisme dan berbagai bentuk ketidak adilan lainnya," tutur Marty.

Dikabarkan, Nelson Mandela Mandela tutup usia pada umur 95 tahun, Kamis (5/12/2013), di Johannesburg, Afrika Selatan. Wafatnya Nelson diakibatkan nfeksi paru yang tak kunjung sembuh. (Nicolas Timothy)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×