kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Nasib TRAM, sudah jatuh tertimpa tangga


Senin, 16 Juni 2014 / 09:07 WIB
ILUSTRASI. BPJS Ketenagakerjaan akan belanja obligasi untuk investasi di tahun 2023./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/.


Reporter: Asep Munazat Zatnika, Noverius Laoli, Agustinus Beo Da Costa, Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Langkah PT Pertamina yang akan memutus kontrak sewa kapal MT Jelita Bangsa dan memasukkan kelompok usaha PT Trada Maritime Tbk (TRAM) ke dalam daftar hitam (black list) bakal memukul bisnis perusahaan. Sebelum sanksi itu turun, TRAM sudah lebih dahulu mendapat hukuman dari berbagai pihak.

Hukuman pertama datang dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memutuskan penghentian sementara (suspen) atas perdagangan saham TRAM. Suspen berlaku mulai 6 Juni 2014 hingga batas yang belum ditentukan.

Lalu, emiten pelayaran ini juga terancam gagal bayar (default) atas surat utangnya. TRAM sudah mendapatkan surat pemberitahuan default dari salah satu kreditnya, International Finance Corporation (IFC), tertanggal 28 Mei 2014. Surat itu mewajibkan TRAM membayar utang pokok senilai US$ 30,57 juta dan tunggakan bunga serta biaya lainnya US$ 774.360.

Asnita Kasmy, Head of Corporate Communication TRAM, bilang, manajemen sudah melakukan conference call dengan kreditur untuk masalah ini. 17 Juni besok, juga akan ada pertemuan untuk pembahasan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×