kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Nasdem bahas cawapres dengan PDI-P


Minggu, 13 April 2014 / 20:59 WIB
Nasdem bahas cawapres dengan PDI-P
Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Rabu (5/1/2022). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ketua DPP Partai Nasdem Enggartiasto Lukita mengatakan koalisi partainya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bukanlah politik dagang sapi. Artinya Nasdem tidak dalam posisi mengusulkan calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Joko Widodo alias Jokowi.

Selain itu, ia mengatakan pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Mantan Wapres Jusuf Kalla pada Jumat (11/4) pekan lalu lebih pada pertemuan dua sahabat. "Jadi pertemuannya untuk mengucapkan selamat pada Nasdem dan juga bicara seputar politik," ujar Enggartiasto kepada KONTAN, Minggu (13/4).

Enggartiasto tidak menampik maupun mengiyakan apakah Nasdem mengusulkan JK sebagai cawapres Jokowi. Ia mengatakan kedua partai akan membentuk sistem pemerintahan yang kuat dengan parlemen yang kuat. Dengan demikian juga butuh cawapres yang kuat dan mumpuni.

Maka untuk posisi cawapres, Enggartiasto bilang Nasdem dan PDIP punya kriteria dan sekarang tengah membahas siapa yang memenuhi kriteria tersebut. Jadi kedua partai mencari cawapres yang bisa mengimplementasikan gagasan kedua partai saat berkuasa nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×