kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.997   61,33   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   11,67   1,04%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 282   4,03   1,45%
  • IDX30 426   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,50   -0,49%
  • IDX80 126   1,04   0,84%
  • IDXV30 139   0,17   0,12%
  • IDXQ30 139   -0,41   -0,30%

Mulai ramai, volume transaksi hedging DNDF mencapai US$ 115 juta


Jumat, 09 November 2018 / 15:23 WIB
Mulai ramai, volume transaksi hedging DNDF mencapai US$ 115 juta
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi lindung nilai atau hedging domestic on-delivery forward (DNDF) yang mulai diberlakukan pada 1 November 2018 sudah mulai ramai. Sejauh ini, Bank Indonesia (BI) mencatat, volume transaksi DNDF sudah mencapai US$ 115 juta.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, transaksi DNDF menunjukkan perkembangan yang baik sejauh ini. "Suplai dan permintaannya cukup berkembang sehingga ini menambah kedalaman pasar valas dalam negeri," ujar Perry, Jumat (9/11).

Perry mengatakan, kebijakan DNDF ini menjadi salah satu faktor domestik yang mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, berbagai kebijakan yang diterapkan BI dan pemerintah, memberi keperdayaan kepada pasar.

Selain kebijakan DNDF, faktor lain yang mempengaruhi penguatan rupiah adalah perkembangan ekonomi yang berada di atas ekspektasi, serta inflasi yang tetap terjaga. Sementara, meredanya ketegangan perdagangan antara AS dengan China juga dianggap sebagai faktor eksternal yang mendorong penguatan rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×