kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah 17.500: Menteri Keuangan Ungkap Mengapa Tak Perlu Panik Seperti Krisis 98


Minggu, 17 Mei 2026 / 03:47 WIB
Diperbarui Minggu, 17 Mei 2026 / 04:17 WIB
Rupiah 17.500: Menteri Keuangan Ungkap Mengapa Tak Perlu Panik Seperti Krisis 98
ILUSTRASI. Menkeu Purbaya meminta masyarakat tidak panik menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.500 per dollar AS. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.500 per dollar AS.

Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dibanding krisis moneter 1998.

Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat sehingga pelemahan rupiah diyakini bisa segera diperbaiki.

“Enggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahannya di mana dan bisa kita betulin. Kita enggak akan sejelek seperti 98 lagi,” ujar Purbaya di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (16/5/2026).

Purbaya mengatakan, upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah memang menjadi kewenangan bank sentral, yakni Bank Indonesia.

Meski demikian, Kementerian Keuangan juga menyiapkan langkah untuk membantu memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

Salah satu fokus pemerintah saat ini ialah menjaga stabilitas pasar obligasi atau bond market agar arus modal asing tidak terus keluar dari Indonesia.

Baca Juga: PP Nomor 9 Tahun 2026 Terbit, Ini Jadwal Pencairan dan Daftar Penerima Gaji ke-13

“Itu kan tugas bank sentral. Cuma kita sedang ambil langkah-langkah untuk membantu memperkuat juga dari sisi bond market. Mungkin kita coba lihat apakah kita bisa masuk untuk membantu apa enggak, tetapi pasti ke depan akan ada perbaikan, jadi jangan takut,” kata dia.

Purbaya menjelaskan, stabilitas pasar surat berharga negara menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan global terhadap pasar keuangan.

Menurut dia, ketika pasar obligasi stabil, investor tidak akan terburu-buru melepas aset karena khawatir mengalami capital loss atau kerugian akibat penurunan harga obligasi.

Sebaliknya, jika harga obligasi kembali menguat, investor justru berpotensi memperoleh capital gain sehingga dapat menarik kembali aliran modal asing masuk ke pasar domestik.

Tonton: Rupiah Melemah, Harga TV dan AC Mulai Naik! Konsumen Tahan Belanja

“Kalau bond market stabil, orang itu enggak jual, mereka enggak takut dengan capital loss, yang keluar juga akan berkurang. Apalagi kalau nanti bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain, biasanya mereka suka,” ujar Purbaya.

Tabel: Pernyataan Menkeu soal Rupiah Rp 17.500 per Dolar AS

Poin Utama Penjelasan
Kurs rupiah sempat menyentuh Rp 17.500 per dolar AS
Respons Menkeu Meminta masyarakat tidak panik
Perbandingan dengan 1998 Kondisi ekonomi saat ini dinilai jauh lebih baik
Alasan optimistis Fundamental ekonomi domestik masih kuat
Otoritas utama stabilisasi rupiah Bank Indonesia
Langkah Kemenkeu Menyiapkan upaya dukung stabilitas pasar keuangan
Fokus kebijakan pemerintah Menjaga stabilitas pasar obligasi (bond market)
Tujuan stabilisasi bond market Menahan arus keluar modal asing
Dampak jika bond market stabil Investor tidak buru-buru jual aset (hindari capital loss)
Dampak jika bond menguat Ada potensi capital gain → bisa tarik modal asing masuk

(Debrinata Rizky, Erlangga Djumena)

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/05/16/071200026/rupiah-tembus-rp-17.500-per-dollar-as-purbaya--jangan-panik-ekonomi-ri-tak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×