kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

MK tolak permohonan uji materi undang-undang Notaris


Jumat, 15 Oktober 2010 / 14:05 WIB
ILUSTRASI. Pameran properti


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Mahkamah Konstitusi menyatakan menolak permohonan uji materi pasal 8 ayat 1 huruf b dan pasal 8 ayat 2 Undang-Undang Nomor 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

Mahkamah Konstitusi menyatakan permohonan tersebut tidak beralasan hukum. Mahkamah Konstitusi menilai permohonan Anthony Saga Widjaja yang juga berprofesi selaku notaris merupakan ranah tinjauan legislatif. "Seperti halnya perubahan usia hakim agung dari 65 tahun atau 67 tahun menjadi 70 tahun atau usia pensiun Jaksa dari 58 tahun atau 60 tahun menjadi 62 tahun sebagaimana dipertimbangkan di atas, bukan ranah judicial review (uji materi UU)," kata Mahfud MD, Ketua majelis konstitusi, Jumat (15/10).

Sebelumnya, Anthony mengajukan permohonan uji materi terkait jabatan notaris yang diatur dalam pasal 8 ayat 1 huruf b dan pasal 8 ayat 2 Undang-Undang Nomor 30 tahun 2004. Ia menilai pasal tersebut bertentangan dengan pasal 27 ayat 2 dan pasal 28A Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Anthony menilai selama seseorang masih sehat rohani dan jasmani semestinya dapat diperpanjang masa baktinya supaya dapat mencari penghidupan dari pekerjaanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×