kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.015   7,00   0,04%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Misbakhun minta Dirjen Pajak tanya ke Sri Mulyani soal jurus genjot penerimaan pajak


Kamis, 13 Februari 2020 / 22:37 WIB
ILUSTRASI. Komisi XI DPR RI M Misbakhun tengah diwawancarai sejumlah wartawan - DPR RI minta pemerintah meningkatkan kapasitas modeling pada sektor e-commerce


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menggelar rapat Panitia Kerja (Panja) Penerimaan Pajak dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pada Kamis (13/2).

Parlemen mencatat bahwa otoritas pajak perlu menyiapkan strategi yang lebih matang untuk mencapai target realisasi penerimaan pajak.

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan, selama dalam Panja Penerimaan Pajak, Ditjen Pajak tidak memberikan strategi baru bagaimana meningkatkan penerimaan pajak di tahun ini.

Baca Juga: Awas, virus corona mengintai penerimaan pajak

“Saya bilang sama Pak Suryo (Dirjen Pajak) supaya datang ke Menteri Keuangan terbaik di dunia. What to do dalam list langkah-nya apa? Intinya saya sampaikan semua cara itu sudah pernah dicari Dirjen Pajak makanya terobosan harus dari Menkeu,” kata Misbakhun seusai Panja Penerimaan Pajak yang berlangsung tertutup itu, Kamis (13/2).

Menurut fraksi partai Golkar itu, skema strategi penerimaan pajak dari Sri Mulyani untuk mencapai penerimaan sudah tidak bisa lagi digunakan, karena terbukti tidak bisa mencapai target di tahun-tahun sebelumnya.

Adapun, pemerintah menargetkan realisasi penerimaan pajak sepanjang tahun ini mencapai Rp 1.642,6 triliun.

Angka ini tumbuh 23,3% dari realisasi penerimaan pajak tahun 2019 yang hanya mencapai Rp 1.332,1 triliun atau tumbuh 1,4% secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×