kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.781   -11,00   -0,07%
  • IDX 8.170   47,38   0,58%
  • KOMPAS100 1.148   10,82   0,95%
  • LQ45 832   7,83   0,95%
  • ISSI 290   0,87   0,30%
  • IDX30 434   3,66   0,85%
  • IDXHIDIV20 518   3,84   0,75%
  • IDX80 128   1,34   1,06%
  • IDXV30 141   0,70   0,50%
  • IDXQ30 140   0,94   0,67%

Mimpi Jokowi "Jakarta bebas lubang" masih jauh


Kamis, 16 Januari 2014 / 11:46 WIB
Mimpi Jokowi
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Mimpi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk membebaskan jalanan di Ibu Kota dari lubang tampaknya masih jauh dari kenyataan. Pelanggaran beban maksimal jalan serta cuaca ekstrem menjadi penghalang mimpi Jokowi itu.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta H Juani mengungkapkan, sebenarnya program Zero Hole telah 90 persen tercapai. Namun, banyak kendaraan dengan beban melampaui batas maksimal jalan, dan hujan yang terus-menerus mengguyur mengakibatkan jalan rusak kembali.

"Target kami sudah tercapai. Cuma, namanya jalan sering dilewati banyak beban berat, jadi timbul lubang lagi. Kalau sebelumnya itu cuma retak, sekarang rusak dan berlubang cukup dalam," ujarnya, ketika dihubungi wartawan, Kamis (16/1/2014) pagi.

Juani mengatakan, hal ini paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, serta Jakarta Pusat. Wilayah tersebut adalah wilayah yang paling banyak dilintasi kendaraan berbeban berat.

"Kalau di Jakarta Utara banyak kendaraan beban berat dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Kalau Timur banyak kendaraan berat yang dari Bogor. Kalau di Jakarta Pusat, contohnya kayak Tanah Abang, truk pengangkut ekspedisi barang," lanjut Juani.

Jokowi membenarkan situasi tersebut. Ia telah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta untuk memperbaiki jalanan berlubang dengan dana sewaktu-waktu. Dinas PU Jakarta mempunyai dana pembangunan infrastruktur tidak terduga sebesar Rp 20 miliar.

"Dana sewaktu-waktu ini misalnya ada jalan berlubang. Daripada nunggu tender lagi, langsung ditambal pakai anggaran ini," ujarnya. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×