Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.463
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ini upaya yang perlu dilakukan untuk dorong harga CPO

Selasa, 25 Desember 2018 / 14:14 WIB

Ini upaya yang perlu dilakukan untuk dorong harga CPO
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) terus anjlok di bawah US$ 500 per ton. Meski demikian, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), MP Tumanggor menyebutkan ada beberapa upaya untuk meningkatkan harga CPO di awal tahun.

“Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk betul-betul meningkatkan harga CPO ke harga yang lebih baik apabila konsumsi CPO dalam negeri terutama biodieselt terjadi kenaikan yang cukup besar,” kata Tumanggor kepada Kontan.co.id, Selasa (25/12).

Penggunaan CPO dalam negeri saat ini adalah dengan program pemerintah yang mewajibkan penggunaan B20. Namun ia meyakini dengan percepatan B30, maka akan semakin meningkatkan harga CPO.

Selanjutnya Tumanggor menghimbau agar pemerintah dapat melirik pasar-pasar baru yang lebih kompeten dalam ekspor CPO. Ia mencontohkan negara Tiongkok, dimana Tiongkok memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan berpotensi menyerap CPO dalam jumlah banyak.

“Pertama pemerintah mencari pasar-pasar baru, misalnya seperti Tiongkok, dimana potensinya cukup besar, sekarang bagaimana pemerintah melakukan diplomasi ke Tiongkok dan bagaimana agar Tiongkok itu lebih besar mengkonsumsi CPO,” ungkapnya.

Cara diplomasi Indonesia dengan negara asing berpenduduk banyak ini perlu dilakukan. Sama halnya seperti yang dilakukan Malaysia dalam melobi India untuk mengurangi bea masuk CPO Malaysia ke India. “Seperti misalnya di India, kita bagaiman berdiplomasi agar bea masuk CPO di India jangan terlalu tinggi,” jelasnya.

Selanjutnya kampanye posistif harus terus dijalanakan dimana CPO Indonesia bukanlah CPO yang dihasilkan dari lahan deforestasi seperti yang selama ini digaungkan di negara-negara Eropa. Hal ini juga sudah di memoratori sejak jaman kepemimpinan SBY dan dilanjutkan oleh Jokowi.

“Terutama juga pemerintah dan asosiasi-asosiasi ini harus gencar melakukan kampanye positif di Eropa. Yang saya lihat black champaign soal CPO Indonesia marak, padahal itu tidak benar,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa memang sebelumnya ada penebangan hutan liar, namun pemerintah berupaya untuk mengganti hal tersebut dengan penanaman pohon sawit. Hal ini selain mengembalikan ekosistem, juga menuai hasil dari buah tanaman sawit yang juga menjadi sumber pendapatan negara.

“Kalau di Malaysia, sawit itu masuk dalam tanaman hutan. Kenapa di kita tidak memasukkan sawit kategori tanaman hutan? Karena dari hasil penelitian, bahwa sebetulnya sawit itu dalah tanaman hutan. Kalau kita masih sebut tanamnan perkebunan,” tegasnya.

 


Reporter: Kiki Safitri
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0525 || diagnostic_web = 0.3477

Close [X]
×