kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Meski masih didominasi bahan baku, impor barang konsumsi naik tinggi


Rabu, 15 April 2020 / 14:37 WIB
ILUSTRASI. Arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok dalam dua bulan terakhir turun sebesar 5,13 persen. Selama Januari-Februari 2020, jumlah peti kemas yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 992 ribu TEUs. BPS mencatat nilai impor Indonesia selama bulan Ma


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

Jika dilihat secara akumulatif selama periode Januari-Maret 2020, total impor Indonesia menurut golongan mengalami penurunan sebesar 3,69% menjadi US$ 39,16 miliar dari sebelumnya pada periode Januari-Maret 2019 sebesar US$ 40,66 miliar.

Untuk impor bahan baku atau bahan penolong secara akumulatif tercatat sebesar US$ 29,68 miliar atau turun 2,82% apabila dibandingkan dengan periode Januari-Maret 2019 sebesar US$ 30,54 miliar.

Baca Juga: BPS: Batas waktu sensus penduduk online diperpanjang hingga 31 Mei 2020

Kemudian, impor barang konsumsi terlihat mengalami kenaikan sebesar 7,11% menjadi US$ 3,61 miliar dari periode sebelumnya sebesar US$ 3,37 miliar.

Terakhir, impor barang modal secara akumulatif mengalami penurunan tajam sebesar 13,07% menjadi US$ 5,86 miliar dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebesar US$ 6,74 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×