kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Meski Ada Tantangan Ekonomi, Ekonom Melihat UMKM Tumbuh Subur pada Tahun Ini


Kamis, 19 Januari 2023 / 17:49 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung memilih kerajinan tas produksi UMKM pada pameran Inacraft  di Jakarta Convention Center, Kamis (24/3/2022). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, digitalisasi ekonomi digital di sektor informal menjadi sangat penting. Pemanfaatan ekonomi digital menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam proses bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat bahwa, meski perekonomian Indonesia di tahun ini akan menghadapi berbagai tantangan, namun potensi UMKM untuk berkembang masih sangat besar.

"Kita melihat UMKM tetap tumbuh subur sepanjang 2023, jadi makin banyak sektor informal berkembang," ujar Bhima dalam acara Konferensi Pers bersama GudangAda di Jakarta, Kamis (19/1).

Direktur Celios Bhima Yudhistira (kanan) saat outlook marketplace bersama GudangAda di Jakarta.
Direktur Celios Bhima Yudhistira (kanan) saat outlook marketplace bersama GudangAda di Jakarta.

Bhima bilang, kehadiran digitalisasi juga akan membuat UMKM naik kelas dan bisa mempertahankan eksistensinya. Hanya saja yang menjadi permasalahan saat ini, banyak UMKM yang masih belum melek digital, misalnya saja dalam hal pembayaran.

Baca Juga: Pengusaha Tempe Berharap Harga Kedelai Kembali ke Rp 8.000 per Kg

Pasalnya, dirinya melihat masih banyak UMKM yang masih menggunakan pembayaran melalui cash atau uang tunai. Padahal saat ini, perilaku konsumen juga menjadi salah satu faktor yang menuntut UMKM agar bisa masuk ke ekosistem digital.

Dalam paparannya, memang lebih dari 60% UMKM telah menerapkan digitalisasi dalam pencarian supplier dan penjangkauan pelanggan. Namun, baru ada sekitar 20% UMKM yang telah menerapkan digitalisasi proses bisnis serta penggunaan alat dan analisis digital.

Tetapi lebih dari 30% UMKM sedang mempersiapkan penerapan digitalisasi proses bisnis maupun penggunaan alat dan analisis digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×