kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Merapi meletus, warga Sleman panik


Senin, 01 November 2010 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Penjualan kain tenun dan suvenir di Pantai Tanjung Aan, Lombok


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

SLEMAN. Warga Sleman, Yogyakarta panik sesaat setelah Gunung Merapi meletus pada pukul 10.06 WIB. Mereka yang sebelumnya melakukan aktivitas di rumah maupun di kebun-kebun, langsung berhamburan dan menghentikan aktivitasnya.

Tak hanya itu, warga langsung menjemput anak-anaknya dari sekolah untuk menghindari luncuran awan panas (wedhus gembel). Intensitas semburan awan panas kali ini lebih tinggi karena terjadi selama lima menit lebih. Wedhus gembel itu bahkan hampir memenuhi seluruh lereng Gunung Merapi. Bahkan, luncuran awan panas kali ini menuju arah Boyolali, dan juga Klaten.

Semburan awan panas yang keluar dari mulut Merapi , tak jauh berbeda dengan semburan awan panas atau atau erupsi sebelumnya yakni tanggal 26 dan 30 Oktober 2010. Sejauh ini letusan Gunung Merapi telah menewaskan 30 orang lebih. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×