kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Menyingkap Pemikiran Sang Begawan Menghadapi Era Ekonomi Penuh Ambisi


Selasa, 03 Juni 2025 / 20:12 WIB
Menyingkap Pemikiran Sang Begawan Menghadapi Era Ekonomi Penuh Ambisi
ILUSTRASI. Lanskap kota Jakarta terlihat dari ketinggian, Sabtu (24/5/2025).(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam sepekan, ada tiga acara bertemakan begawan ekonomi, Sumitro Djojohadikusumo. Sementara kondisi perekonomian global sudah bergeser dari era kapitalisme dan sosialisme ke era ekonomi penuh ambisi alias the age of ambition

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengungkapkan,  ekonomi penuh ambisi ini bisa menimbulkan resesi atau depresi ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Menurut dia,  berbagai pemikiran Sumitro masih relevan membantu Indonesia bertahan di tengah ketidakpastian. "Sumitro merupakan salah satu dari tiga orang yang layak disebut sebagai begawan ekonomi Indonesia dan pemikiran-pemikirannya bisa diteladani hingga kini,” kata Dorodjatun, dalam keterangannya, Selasa (3/6).

Baca Juga: OECD Kembali Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini Jadi 4,7%

Menurut dia, ekonomi kerakyatan yang dimotori oleh Sumitro dan bertujuan mencapai kemakmuran rakyat dinilai masih dengan susah payah lakukan hingga hari ini.

Sementara  Dekan FEB UI, Teguh Dartanto menyatakan, gagasan Sumitro akan tetap relevan sampai saat ini dan masa depan. Tercermin mulai dari program hilirisasi sumber daya hingga kebijakan proteksionisme terukur yang saat ini dilakukan pemerintah Indonesia.

“Perlu ada ketulusan untuk menggali pemikiran-pemikiran Sumitro untuk menemukan solusi nyata bagi kondisi perekonomian saat ini, sebagai modal di masa depan,” ujar Teguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×