kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Menteri PUPR: Bahan impor untuk proyek jalan tol dan bendungan tak sampai 5%


Rabu, 01 Agustus 2018 / 15:43 WIB
Menteri PUPR: Bahan impor untuk proyek jalan tol dan bendungan tak sampai 5%
ILUSTRASI. Jalan tol Trans Jawa di Pemalang


Reporter: Abdul Basith | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan bahan impor yang digunakan dalam proyek bendungan dan jalan tol terbilang minim.

Porsi tingkat komponen dalam negeri (TKDN)  dalam proyek tersebut masih mayoritas. Basuki mengatakan, impor masih tetap ada sehingga TKDN tidak mencapai 100%. "Kalau nol mungkin tidak, tapi impornya tidak sampai 5%," ujar Basuki, Rabu (1/8).

TKDN untuk proyek bendungan dan jalan tol belum bisa mencapai 0% karena masih terdapat komponen yang perlu diimpor. Basuki mencontohkan peralatan untuk monitoring yang digunakan masih buatan luar negeri.

Menurut Basuki, pihaknya tetap berupaya menaikkan TKDN tersebut. Ini dilakukan dengan menyertakan kontraktor nasional. "Ada pabrik beton di Padang untik proyek jalan tol di Sumatra. Semua yang suplai dari dia semua," terang Basuki.

Ia menambahkan, pinjaman luar negeri yang dilakukan untuk pembiayaan proyek pun tidak menggerus TKDN. Sebab, sebagian besar proyek di Indonesia tidak menggunakan skema tight loan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×