kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

TKDN untuk sektor konstruksi ditambah


Rabu, 01 Agustus 2018 / 12:34 WIB
ILUSTRASI. Proyek konstruksi gedung bertingkat


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan menambah porsi tingkat komponen dalam negeri (TKDN)  dalam proyek infrastruktur mereka.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kementeriannya sedang memilah-milah, proyek mana yang perlu dikurangi porsi kandungan impornya. "Ini yang jelas untuk proyek-proyek yang akan datang, seperti Pelabuhan Patimban dan kereta api semicepat Jakarta-Surabaya. Sementara untuk proyek yang sudah jalan tidak mungkin kami lakukan," katanya, Selasa (31/7).

Menurut Budi, untuk Pelabuhan Patimban, sebetulnya tidak terlalu banyak komponen impor dari segi konstruksi. Sebab, tingkat komponen dalam negeri konstruksi pelabuhan yang terletak di daerah Subang, Jawa Barat, itu sudah mencapai 60%-70%. Bahkan rencananya, Kemhub akan menaikkan TKDN Pelabuhan Patimban 5% lagi. "Untuk kereta api semicepat banyak komponen impor karena ada kereta dan segala macam," kata dia.

Namun, Budi menghitung, setidaknya proyek kereta api semicepat Jakarta-Surabaya memiliki komponen impor mencapai 20%. Kemhub akan memangkasnya menjadi tinggal 10%. Menteri Perhubungan menambahkan, TKDN yang ideal seharusnya mencapai 90%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×