kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap 5% Meskipun BI Rate 5,75%


Kamis, 30 Juli 2026 / 16:32 WIB
Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap 5% Meskipun BI Rate 5,75%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tetap dipertahankan 5%. (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tetap dipertahankan 5% meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) telah berada di level 5,75%.

Maruarar mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar tetap memiliki akses terhadap pembiayaan rumah.

“Ibu Deputi Gubernur Bank Indonesia, meskipun BI Rate sudah berada di kisaran 5,75%, bunga KPR rumah subsidi tetap 5%,” kata Maruarar saat peresmian akad massal 62.710 unit KPR rumah subsidi di Batang, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Gubenur BI Beberkan 5 Jurus Jaga Pertumbuhan Ekonomi Meski BI Rate Naik ke 5,25%

Selain bunga tetap 5%, pemerintah juga menetapkan uang muka (down payment/DP) rumah subsidi hanya sebesar 1%.

Menurut Maruarar, fasilitas tersebut juga dilengkapi perlindungan asuransi sehingga apabila debitur mengalami musibah, keluarga tetap memperoleh perlindungan.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta memberikan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk mendukung kepemilikan rumah. 

Ara memastikan program hunian layak bagi masyarakat terus ditingkatkan.

Dia mengklaim realisasi rumah subsidi terus mengalami peningkatan selama 15 tahun terakhir. Bahkan, realisasi tertinggi mencapai 350.000 unit pada 2025. 

"Pada tahun 2025 di tahun pertama kepemimpinan bapak presiden realisasi rumah subsidi mencapai 350.000 unit dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah," terang Ara. 

Baca Juga: Pemerintah Perpanjang Tenor KPR Tapera hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan (BI - Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. 

Selain BI-Rate, BI juga menaikan suku bunga Deposi Facility menjadi 4,75% dan Lending Facility menjdi 6,50%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×