kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap 5% Meskipun BI Rate 5,75%


Kamis, 30 Juli 2026 / 16:32 WIB
Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap 5% Meskipun BI Rate 5,75%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tetap dipertahankan 5%. (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tetap dipertahankan 5% meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) telah berada di level 5,75%.

Maruarar mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar tetap memiliki akses terhadap pembiayaan rumah.

“Ibu Deputi Gubernur Bank Indonesia, meskipun BI Rate sudah berada di kisaran 5,75%, bunga KPR rumah subsidi tetap 5%,” kata Maruarar saat peresmian akad massal 62.710 unit KPR rumah subsidi di Batang, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Gubenur BI Beberkan 5 Jurus Jaga Pertumbuhan Ekonomi Meski BI Rate Naik ke 5,25%

Selain bunga tetap 5%, pemerintah juga menetapkan uang muka (down payment/DP) rumah subsidi hanya sebesar 1%.

Menurut Maruarar, fasilitas tersebut juga dilengkapi perlindungan asuransi sehingga apabila debitur mengalami musibah, keluarga tetap memperoleh perlindungan.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta memberikan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk mendukung kepemilikan rumah. 

Ara memastikan program hunian layak bagi masyarakat terus ditingkatkan.

Dia mengklaim realisasi rumah subsidi terus mengalami peningkatan selama 15 tahun terakhir. Bahkan, realisasi tertinggi mencapai 350.000 unit pada 2025. 

"Pada tahun 2025 di tahun pertama kepemimpinan bapak presiden realisasi rumah subsidi mencapai 350.000 unit dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah," terang Ara. 

Baca Juga: Pemerintah Perpanjang Tenor KPR Tapera hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan (BI - Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. 

Selain BI-Rate, BI juga menaikan suku bunga Deposi Facility menjadi 4,75% dan Lending Facility menjdi 6,50%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×