kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Menteri Kelautan: Saya merasa 5 tahun belakangan ada sesuatu yang janggal


Senin, 18 November 2019 / 19:45 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengambil gambar jalannya rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Menurut dia, KKP perlu menyambangi Kadin untuk menjalin komunikasi dan berkolaborasi dengan para pelaku usaha, agar kebijakan yang diambil ke depan sesuai dengan permasalahan yang melanda di sektor perikanan.

"Saya lihat Kadin adalah suatu organisasi. Kalau mau memajukan ekonomi, di sinilah kita berdiskusi. Tidak ada negara maju di dunia yang meninggalkan atau menganaktirikan pengusahanya. Untuk itu, saya akan tampung yang belum terkomunikasikan," ujar Edhy.

Baca Juga: Menteri Edhy Prabowo: Tidak ada lagi penenggelaman kapal

KKP di masa kepemimpinan Edhy memang tengah gencar menjalin komunikasi tentang berbagai kebijakan yang akan diambilnya, yang akan menyempurnakan ataupun menggantikan kebijakan pada masa Susi Pudjiastuti.

"Misalnya, soal mengurus izin-izin kapal yang rumit, aturan di laut dan di darat, kan, berbeda. Belum lagi ukuran kapal maupun alat tangkap. Saya tidak mau ada nelayan kecewa dan menjerit, bagaimana kita mengakomodasinya," ucapnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×