kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Menteri ESDM gandeng TNI berantas penyelundup BBM


Kamis, 31 Januari 2013 / 09:52 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang berjalan di pasar setelah tentara merebut kekuasaan dalam kudeta di Yangon, Myanmar 2 Februari 2021.


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih saja marak terjadi. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menggandeng TNI AL memberantas kasus penyelundupan ini. 

"Pokoknya setiap ada gejala penyelundupan saya minta angkatan laut dan kepolisian untuk tangkap," tegas Menteri ESDM Jero Wacik kepada KONTAN, Kamis (31/1).

Langkah ini untuk membatasi ruang gerak para penyelundup BBM subsidi sekaligus memberikan efek jera. "Sudah ada beberapa yang ditangkap dan diungkap biar ada jera," lanjutnya. 

Jero mengakui penyelundupan BBM bersubsidi memang sulit diberantas. Pasalnya Indonesia memiliki garis perbatasan laut yang cukup luas.

Selain itu, perbedaan harga yang mencolok antara BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi menjadi salah satu pemicu maraknya penyelundupan

Sebelumnya, Kapal milik PT Pertamina (Persero) berhasil diamankan Bea dan Cukai dan Polisi Perairan Batam karena kedapatan menyelundupkan solar subsidi 3.600 ton ke Kapal Berbendera Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×