kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Menteri ESDM gandeng TNI berantas penyelundup BBM


Kamis, 31 Januari 2013 / 09:52 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang berjalan di pasar setelah tentara merebut kekuasaan dalam kudeta di Yangon, Myanmar 2 Februari 2021.


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih saja marak terjadi. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menggandeng TNI AL memberantas kasus penyelundupan ini. 

"Pokoknya setiap ada gejala penyelundupan saya minta angkatan laut dan kepolisian untuk tangkap," tegas Menteri ESDM Jero Wacik kepada KONTAN, Kamis (31/1).

Langkah ini untuk membatasi ruang gerak para penyelundup BBM subsidi sekaligus memberikan efek jera. "Sudah ada beberapa yang ditangkap dan diungkap biar ada jera," lanjutnya. 

Jero mengakui penyelundupan BBM bersubsidi memang sulit diberantas. Pasalnya Indonesia memiliki garis perbatasan laut yang cukup luas.

Selain itu, perbedaan harga yang mencolok antara BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi menjadi salah satu pemicu maraknya penyelundupan

Sebelumnya, Kapal milik PT Pertamina (Persero) berhasil diamankan Bea dan Cukai dan Polisi Perairan Batam karena kedapatan menyelundupkan solar subsidi 3.600 ton ke Kapal Berbendera Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×