kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Menteri ESDM gandeng TNI berantas penyelundup BBM


Kamis, 31 Januari 2013 / 09:52 WIB
Menteri ESDM gandeng TNI berantas penyelundup BBM
ILUSTRASI. Orang-orang berjalan di pasar setelah tentara merebut kekuasaan dalam kudeta di Yangon, Myanmar 2 Februari 2021.


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih saja marak terjadi. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menggandeng TNI AL memberantas kasus penyelundupan ini. 

"Pokoknya setiap ada gejala penyelundupan saya minta angkatan laut dan kepolisian untuk tangkap," tegas Menteri ESDM Jero Wacik kepada KONTAN, Kamis (31/1).

Langkah ini untuk membatasi ruang gerak para penyelundup BBM subsidi sekaligus memberikan efek jera. "Sudah ada beberapa yang ditangkap dan diungkap biar ada jera," lanjutnya. 

Jero mengakui penyelundupan BBM bersubsidi memang sulit diberantas. Pasalnya Indonesia memiliki garis perbatasan laut yang cukup luas.

Selain itu, perbedaan harga yang mencolok antara BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi menjadi salah satu pemicu maraknya penyelundupan

Sebelumnya, Kapal milik PT Pertamina (Persero) berhasil diamankan Bea dan Cukai dan Polisi Perairan Batam karena kedapatan menyelundupkan solar subsidi 3.600 ton ke Kapal Berbendera Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×