kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS951.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 1.12%
  • RD.CAMPURAN 0.52%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menlu AS puji tindakan tegas Indonesia lindungi kedaulatan di perairan Natuna


Kamis, 29 Oktober 2020 / 14:21 WIB
Menlu AS puji tindakan tegas Indonesia lindungi kedaulatan di perairan Natuna
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan, Washington akan menemukan cara baru untuk bekerja sama dengan Indonesia di Laut China Selatan dan menghormati upaya Indonesia untuk menjaga perairannya sendiri sambil menolak klaim "melanggar hukum" China di daerah tersebut.

Kunjungan Pompeo ke Indonesia sebagai upaya AS memperkuat hubungan strategis dan ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Indonesia, Retno Marsudi, Pompeu memuji "tindakan tegas" Indonesia untuk melindungi kedaulatannya di perairan dekat Kepulauan Natuna, yang juga diklaim China sebagai wilayahnya.

Pompeo mengatakan klaim China tersebut "melanggar hukum".

“Saya berharap untuk bekerja sama dalam cara-cara baru untuk memastikan keamanan maritim melindungi beberapa rute perdagangan tersibuk di dunia,” kata Pompeo dalam konferensi pers yang disiarkan setelah pertemuannya dengan menteri luar negeri Indonesia, Kamis (29/10) seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Jokowi terima kunjungan Menteri Luar Negeri AS, bahas apa?

Retno mengatakan, Indonesia menginginkan Laut China Selatan yang "stabil dan damai" di mana hukum internasional dihormati.

Indonesia berulang kali menolak penjaga pantai dan kapal penangkap ikan China yang masuk ke Laut Natuna Utara.

Retno mengatakan, Indonesia dan AS akan meningkatkan kerja sama pertahanan dengan meningkatkan pengadaan, pelatihan dan latihan militer, berbagi intelijen, dan kerja sama keamanan maritim di kawasan.

Meskipun berbagi posisi yang sama dalam menentang klaim teritorial China di Laut China Selatan, para pejabat Indonesia telah menyatakan keprihatinan tentang kebijakan dan retorika anti-China oleh Washington yang keras di samping meningkatnya ketegangan negara adidaya.

“Saya menegaskan kembali perlunya kerja sama inklusif di tengah masa yang penuh tantangan ini,” kata Retno. "Saya menggarisbawahi perlunya setiap negara menjadi bagian dari solusi dalam kontribusi kolektif menuju perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran dunia."

Tahun ini, Indonesia menolak permintaan AS untuk hak pendaratan dan pengisian bahan bakar di Indonesia untuk pesawat patroli maritim P-8 Poseidon yang memantau aktivitas militer China.

Baca Juga: Pompeo: AS akan temukan cara baru kerjasama dengan Indonesia di Laut China Selatan

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×