kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Menko Darmin: Pelemahan rupiah bisa berdampak ke inflasi


Jumat, 31 Agustus 2018 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution


Reporter: Patricius Dewo | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan rupiah yang terjadi di level Rp 14.700 mampu mempengaruhi berbagai sektor ekonomi, tidak terkecuali laju inflasi.

"Bukan tidak mungkin, lama-lama inflasi kita juga bisa terpengaruh imported inflation," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution, Jumat (31/8).

Meski demikian, dirinya dapat memastikan inflasi yang akan terjadi tidak akan berimbas pada sektor pangan ataupun administered prices. Namun ia bilang bahwa memang pengaruh dari tekanan rupiah ini sudah terasa di triwulan II 2018 ini.

Darmin juga bilang, dampak dari nilai tukar yang melemah terhadap inflasi susah untuk ditebak, karena selama ini Indonesia masih cukup aktif dalam melakukan kegiatan impor.

Selanjutnya, Darmin berpendapat bahwa sejauh ini inflasi di Indonesia belum terpengaruh dari imported inflation, namun secara keseluruhan dampak dari imported inflation tersebut belum terasa karena masih di bawah 3,5%.

"Sekarang ini ada kenaikan, dilihat dari kalau kita akumulasikan sampai Agustus tapi belum besar kenaikannya. Kapan mulai kelihatan dampaknya? Ngga tau nanti akan kita lihat lagi," kata Darmin.

Terkait langkah pemerintah untuk mengontrol perkembangan dari imported inflation tersebut, ia bilang bahwa hal tersebut masih sulit.

Pasalnya selama ini kegiatan impor yang dilakukan Indonesia masih cukup aktif, karena memang masih banyak barang impor yang dibutuhkan oleh Indonesia.

"Loh kalau inflasi dalam soal imported inflation susah karena selama kita impor ya kita terpengaruh dari barangnya itu. Walaupun kita ada upaya mengendalikan impor. Ya, tetap saja," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×