kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.954   -76,00   -0,42%
  • IDX 5.838   91,28   1,59%
  • KOMPAS100 774   14,66   1,93%
  • LQ45 580   10,78   1,89%
  • ISSI 199   2,40   1,22%
  • IDX30 328   5,60   1,74%
  • IDXHIDIV20 404   6,00   1,51%
  • IDX80 87   1,47   1,71%
  • IDXV30 110   1,36   1,26%
  • IDXQ30 105   1,29   1,24%

Menkeu yakin bank infrastruktur akan berhasil


Kamis, 26 Januari 2012 / 14:06 WIB
ILUSTRASI. Harga mobil bekas Toyota Avanza Veloz tahun segini dari Rp 120 juta saja


Reporter: Rahajeng Kusumo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai pembentukan bank infrastruktur sesuai dengan kebutuhan saat ini. Dengan kondisi perbankan yang cukup sehat saat ini, dia yakin pembentukan bank infrastruktur akan berhasil.

Agus tak menafikan, pemerintah pernah memiliki bank infrastruktur seperti Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) yang akhirnya gagal. Namun, dia menilai pembentukan bank infrastruktur itu perlu lantaran selama ini bank-bank memiliki banyak fasilitas namun tidak maksimal dalam mendukung proyek infrastruktur.

Agus mencontohkan banyak pembiayaan pengembangan infrastruktur yang belum bisa cair karena terlambat realisasi di lapangan. "Jadi bank-bank yang ada kami harapkan mempersiapkan diri terutama harus cepat eksekusinya hingga bank siap mendukung," mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini, Kamis (26/1).

Untuk membentuk bank infrastruktur ini, Agus memastikan pemerintah akan membentuk undang-undang khusus. Menurutnya, undang-undang ini tidak sama dengan yang mengatur bank komersial lainnya.

Pembentukan bank infrastruktur ini untuk membantu pengembangan infrastruktur. Kemarin (25/1), Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution telah mempresentasikan rencana pembentukan bank infrastruktur itu dalam sidang kabinet.

Selain itu, Agus mengatakan, pemerintah sedang mempelajari penunjukan langsung untuk perbankan dan lembaga keuangan lain seperti Indonesia Infrastructure Finance, Penjaminan Infrastruktur Indonesia, pusat investasi pemerintah, dan ASEAN Infrastructure Fund agar bisa mendukung pengembangan infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×