kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Menkeu setuju BI Rate tetap di 6,5%


Rabu, 05 Januari 2011 / 21:58 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuan (BI rate) dan membuatnya tetap bertengger di 6,5% didukung penuh oleh pemerintah.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai kebijakan BI itu tidak akan berpengaruh terhadap upaya pemerintah mengendalikan inflasi."Enggak apa-apa, kami sependapat dengan putusan Bank Indonesia untuk mempertahankan 6,5% bunganya," kata Agus usai rapat terbatas di kantor Presiden Rabu (5/1/2011).

Menurut Agus, pemicu inflasi saat ini lantaran gejolak harga bahan pangan (volatile foods). Oleh sebab itu, kata Agus, perlu memberikan perhatian kepada tiga komoditi bahan pokok. Yang dimaksud adalah beras, cabai, dan minyak goreng. "Itu yang kita mesti bisa jaga supaya ketersediaannya ada," ujar mantan Direktur utama Bank Mandiri itu.

Jajaran menteri perekonomian akan segera menggelar pertemuan khusus untuk membahas lonjakan harga pangan itu. "Saya diundang Pak Hatta," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×