kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

Menkeu Purbaya Optimistis Tanpa Reformasi Besar, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6%


Senin, 27 April 2026 / 14:41 WIB
Menkeu Purbaya Optimistis Tanpa Reformasi Besar, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC Amerika Seri (Kemenkeu/dok)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai perekonomian Indonesia memiliki kapasitas untuk tumbuh hingga 6% meski tanpa dorongan reformasi struktural yang besar. 

Hal ini didukung oleh peran sektor swasta dan pemerintah yang dinilai sudah cukup kuat sebagai motor pertumbuhan awal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhisadewa mengatakan dengan kondisi ekonomi saat ini yang relatif stabil, pertumbuhan dapat terus dijaga bahkan ditingkatkan secara bertahap.

Ia menyebut, selama faktor-faktor utama seperti konsumsi domestik dan belanja pemerintah tetap terjaga, ekonomi nasional memiliki fondasi yang solid.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Mengalami Fase Ekspansi Hingga 2033

"Dengan keadaan yang sama, tanpa reformasi industri yang berlebihan, kita bisa tumbuh 6% dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja," ujar Purbaya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4).

Purbaya juga menyoroti bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi tercatat tumbuh 5,39%, sementara pada awal tahun ini diperkirakan bisa menembus di atas 5,5%.

"Triwulan pertama mungkin akan tumbuh 5,5% ke atas. Pertumbuhan kedua juga seperti itu," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tetap akan melanjutkan reformasi di berbagai sektor, termasuk perpajakan dan kepabeanan, guna mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi ke depan.

Reformasi tersebut, kata dia, telah menunjukkan hasil awal dengan peningkatan penerimaan pajak yang signifikan.

Baca Juga: BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 7,7% pada 2031, Ini Tantangan yang Harus Dihadapi

Lebih lanjut, Purbaya menyebut bahwa potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berhenti di angka 6%.

Dengan transformasi struktur ekonomi secara bertahap, target pertumbuhan hingga 8% dalam beberapa tahun ke depan dinilai semakin realistis.

"Nanti dua tahun, tiga tahun lagi Anda sudah melihat tuh, angka 8% sudah nyundul-nyundul ke atas. Artinya prospek pasar saham kita juga akan naik," pungkas Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×