kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.074   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.053   13,08   0,22%
  • KOMPAS100 791   2,79   0,35%
  • LQ45 601   1,99   0,33%
  • ISSI 210   -0,40   -0,19%
  • IDX30 340   1,04   0,31%
  • IDXHIDIV20 423   0,78   0,19%
  • IDX80 90   0,29   0,32%
  • IDXV30 115   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 109   0,27   0,25%

Menkeu Jamin akan Menjaga Defisit APBN di Bawah 3%


Kamis, 10 Juni 2010 / 16:49 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Saat membuka sidang kabinet paripurna, Kamis (10/6), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan jangan mudah mematok defisit yang besar. Lantas, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, menjamin akan menjaga defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3%.

Agus menjelaskan, sesuai dengan defisit dalam APBN-P sebesar 2,1%, defisit dalam RAPBN 2011 pun juga tetap di bawah 3%, yaitu 1,7%. "Itu sehat karena masih di bawah 3%, jadi 1,7% memang dijaga untuk tetap bisa melakukan ekspansi fiskal, tapi itu masih dalam rasio yang baik dan nyaman," ujar Agus usai sidang kabinet paripurna di kantor Kepresidenan, Kamis (10/6).

Meski Presiden meminta jangan mematok defisit terlalu besar, Agus mengaku Presiden tidak meminta perkiraan derfisit dalam RAPBN 2011 ditekan lagi. "Enggak, enggak, ini kan prosesnya masih jalan terus RAPBN-nya," imbuh mantan Direktur utama bank Mandiri itu.

Di sisi lain, menurut Agus untuk mengurangi hutan luar negeri mau tidak mau pemerintah harus menggenjot penerimaan pajak. Jadi, kata Agus, jika penerimaan pajak ditingkat maka bisa menekan pinjaman luar negeri.

Namun, dia meyakinkan bahwa hutang luar negeri netto Indonesia saat ini semakin menurun. "Jadi kita pinjam lebih sedikit dibandingkan kita bayar," terang Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×