kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Menkes janji akan sikapi putusan MA soal susu formula


Senin, 31 Januari 2011 / 21:42 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA.Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih berjanji akan segera menyikapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait mempublikasikan susu formula yang mengandung Enterobacter sakazaki. Meski demikian, harus menunggu diterimanya relas putusan MA tersebut.

"Kita sudah rapat dengan IPB dan BPOM. Kita tunggu putusan ditemia dari kita nanti setelah diterima dalam waktu 14 hari akan lakukan penjelasan," katanya saat ditemui di Museum Nasional, Senin (31/1).

Memang secara tegas, Endang mengaku belum menerima relas putusan kasasi tersebut. Namun anehnya sedangkan David ML Tobing selaku penggugat dalam kasus ini mengaku sudah menerima relas putusan sejak 26 April 2010 lalu.

Rencananya, Menkes, BPOM, dan IPB setelah menerima putusan akan menggelar konferensi pers mengumumkan terkait susu formula tersebut. Tapi tidak sebatas mengumumkan namun juga menyampaikan hal-hal yang sudah dilakukan ketiga institusi tersebut terkait susu formula tersebut. "Tapi juga jelaskan apa yang sudah kami lakukan sehingga tidak membahayakan masyarakat," katanya.

Seperti diketahui, David Tobin menggugat Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Menteri Kesehatan pada 2008 ke PN Jakpus.

David menilai kala itu kedua anaknya merupakan konsumen susu formula mengajukan gugatan perdata atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan IPB, BPOM dan Menkes. Ketiga tergugat itu dinilai membuat kekhawatiran dan keresahan akibat hasil penelitian IPB tentang merek susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii.

David memiliki dua anak balita yang sejak bayi telah mengkonsumsi susu formula. Dalam gugatannya, dia meminta para tergugat segera mengumumkan jenis dan nama susu yang terkontaminasi Enterobacter Sakazakii satu hari setelah putusan dibacakan. Namun, dalam gugatannya, tidak dicantumkan ganti rugi yang diminta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×