kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Menkes Budi Gunadi Sebut Kusta Bukan Kutukan, Pasien Bisa Sembuh


Jumat, 10 Juli 2026 / 21:10 WIB
Menkes Budi Gunadi Sebut Kusta Bukan Kutukan, Pasien Bisa Sembuh
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan dan dapat disembuhkan.

Ia meminta masyarakat menghentikan stigma terhadap penderita karena anggapan keliru tersebut justru membuat banyak pasien terlambat berobat hingga berisiko mengalami kecacatan.

Dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026), Budi mengatakan masih banyak masyarakat di sejumlah daerah yang percaya kusta merupakan kutukan dan tidak bisa disembuhkan.

Menurutnya, persepsi tersebut harus dihilangkan karena bertentangan dengan fakta medis.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Menkes Budi Gunadi Sadikin di Istana, Ini yang Dibahas

"Kusta tidak perlu ditakuti. Begitu pasien mulai menjalani pengobatan, risiko penularannya langsung menurun secara signifikan. Karena itu yang paling penting adalah menemukan kasus sedini mungkin," ujar Budi.

Ia menjelaskan, kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae, bukan karena kutukan. Salah satu gejala yang mudah dikenali adalah munculnya bercak putih atau kemerahan pada kulit yang disertai mati rasa.

Budi mengimbau masyarakat yang menemukan gejala tersebut segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pasalnya, obat kusta tersedia secara gratis dan penyakit ini dapat disembuhkan apabila ditangani sejak dini.

Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan diberikan sehingga risiko penularan dapat dihentikan dan pasien terhindar dari kecacatan.

Baca Juga: Menkes Sebut Akan Pasang Ratusan Fasilitas Kemoterapi di 514 Kabupaten/Kota pada 2027

Karena itu, Kementerian Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk tidak mengucilkan penderita kusta dan segera mencari pengobatan apabila muncul gejala.

Dengan pengobatan yang tepat, pasien tidak lagi menjadi sumber penularan dan dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/07/10/20575441/menkes-kusta-bukan-kutukan-penyakit-ini-bisa-diobati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×