kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Meneg BUMN: Pembebasan Lahan di Priok untuk Kelancaran Arus Keluar Masuk Barang


Kamis, 15 April 2010 / 14:15 WIB


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Menteri Negara Mustafa Abubakar menyatakan, pembebasan lahan di Pelabuhan Koja, Tanjung Priuk, dimaksudkan untuk kelancaran arus keluar masuk barang. Dengan begitu, terjamin jarak aman antara kegiatan pelayanan ekspor-impor dengan kegiatan masyarakat sekitar.

"Lokasi itu penting bagi PT Pelindo untuk kelancaran kegiatan ekspor-impor. Karenanya, harus ada jarak radius aman dari kegiatan masyarakat sekitar," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/4).

Sayangnya, sambung dia, dalam proses pembebasan lahan tersebut terjadi kekisruhan antara masyarakat sekitar dengan kepanjangan tangan Pemerintah Daerah, Satuan Tugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Bahkan, bentrokan berdarah tersebut berbuntut pada perusakan kendaraan bermotor dan penjarahan di kantor pelayanan ekspor-impor setempat. "Saya sudah terima laporan, tidak ada peralatan PT Pelindo yang terganggu," kata Mustafa.

Sebetulnya, dia mengklaim, status kepemilikan lahan tersebut sudah terbebas dari persoalan hukum. PT Pelindo berkepentingan menggunakan lahan untuk tujuan pelayanan ekspor-impor. Hanya mungkin, lahan itu memiliki sejarah. "Karenanya, kita akan mendepankan komunikasi," terang Mustafa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×