kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Mendag Ungkap Indonesia Masih Bergantung Impor untuk Kegiatan Produksi dan Investasi


Rabu, 20 November 2024 / 13:32 WIB
Mendag Ungkap Indonesia Masih Bergantung Impor untuk Kegiatan Produksi dan Investasi
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Wamendag Dyah Roro Esti (kanan).


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengungkapkan bahwa Indonesia masih bergantung terhadap kebutuhan impor dalam menunjang produksi dan investasi. Hal tersebut tercermin dari tingginya proporsi impor bahan baku dan barang modal per Oktober 2024.

Budi menyebutkan, impor Indonesia masih didominasi dengan bahan baku atau penolong sebesar 72,58% pada Oktober 2024. Adapun nilai impor produk tersebut mencapai US$ 15,92 miliar, naik sekitar 18,45% secara bulanan (MoM) dibandingkan September 2024 yang sebesar US$ 13,44 miliar.

Selanjutnya, besarnya impor Tanah Air di Oktober 2024 diikuti oleh barang modal yang mencapai 18,13% dari total impor, yang senilai US$ 3,98 miliar naik sekitar 12,74% MoM.

Baca Juga: Prabowo Buka Peluang Impor Beras India, Titiek Soeharto: Setuju, Asal Tak Saat Panen

Lalu diikuti oleh barang konsumsi sebesar 9,29% dari total impor Indonesia, dengan nilai sebesar US$ 2,04 miliar naik 10,27% MoM.

“Kenaikan ini dapat mencerminkan adanya peningkatan permintaan domestik dan aktifitas industri yang mulai tumbuh,” kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (20/11).

Meski demikian mengalami kenaikan, Budi menuturkan bahwa tingginya porsi impor tersebut menandakan Indonesia belum bisa lepas dari bayang-bayang impor dalam kegiatan produksi dan investasinya.

“Tingginya proporsi bahan baku dan barang modal dalam struktur impor menunjukkan bahwa Indonesia masih bergantung kepada impor untuk mendukung kegiatan produksi dan investasi,” tandasnya.

Baca Juga: Bapanas Buka Suara Soal Prabowo Lobi India Tentang Impor Beras

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×