kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.880   -55,00   -0,31%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

Mendag: Ekspor otomotif jadi sektor unggulan


Senin, 05 Mei 2014 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. Informasi jadwal KRL Klaten-Jogja hari ini, kereta dari Solo tujuan Jogjakarta selama satu pekan, Senin-Jumat, 12-16 Desember 2022


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, pemerintah telah menyiapkan sektor unggulan Indonesia guna meningkatkan nilai ekspor. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, sektor unggulan mendatang adalah otomotif.

Positifnya industri otomotif sudah terlihat saat ini. "Sudah kejadian dan di masa yang akan datang, otomotif akan menjadi primadona," kata Lutfi, Senin (5/5).

Pemerintah menargetkan, target ekspor otomotif tahun ini US$ 4,5 miliar. Di kuartal I, pertumbuhannya cukup kencang, sampai 11% dibanding periode Januari-Maret 2013.

Inilah yang membangkitkan optimisme pemerintah. "Dalam tiga tahun ke depan, bisa tumbuh sampai US$ 10 miliar," kata Lutfi. Mendag memprediksi, ekspor otomotif dari Indonesia akan menjadi tiga besar atau setidaknya lima besar di dunia.

"Yang paling penting adalah kebutuhan kelas menengah kita menjadi aset untuk mendatangkan investasi kemudian dijual lagi," ujar Lutfi.

Optimisme Lutfi bukan tanpa alasan. Sektor industri menyumbang 66% dari seluruh produk ekspor. Ekspor sektor industri meningkat 3,6% year on year menjadi US$ 29,3 miliar selama kuartal I 2014.

Selain industri, ekspor yang menguat adalah di sektor pertanian yaitu naik 4,9% menjadi US$ 1,28 miliar dibanding pencapaian kinerja kuartal I-2013.

Memang, ekspor produk pertanian ini masih kalah jauh dibanding sektor minyak dan gas yang mencapai US$ 7,9 miliar atau pertambangan US$ 5,9 miliar. Namun, kedua sektor ini mengalami penurunan, terutama pertambangan yang turun signifikan 24,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×