kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS928.000 1,42%
  • RD.SAHAM 0.48%
  • RD.CAMPURAN 0.24%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Menakar prospek investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di sisa tahun Ini


Kamis, 25 Juli 2019 / 21:39 WIB
Menakar prospek investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di sisa tahun Ini

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah berupaya menarik investasi sebanyak mungkin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sisa tahun ini. Dalam pemaparan prognosis semester II-2019 di DPR, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi semester II-2019 sebesar 5,2%.

Angka ini sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan realisasi semester I-2019 yang hanya 5,1%.

Baca Juga: Begini strategi pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2% tahun ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, suku bunga yang tinggi menghambat investasi. Berkaca pada tahun lalu, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-DRR sebanyak 6 kali dari 4,5% menjadi 6%.

Makanya, BI pekan lalu dipangkas 25 basis points (bps) menjadi 5,75%.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai ada dua dampak akibat penurunan suku bunga acuan.

Baca Juga: Dorong pertumbuhan ekonomi, Wapres JK: Inflasi harus dijaga agar tetap rendah

Pertama, turunnya BI 7-DRR diyakini membuat investor akan memindahkan dana dari surat utang dan deposito ke sektor yang memberikan keuntungan lebih seperti saham dan investasi riil.

Kedua, bunga yang rendah akan turunkan cost of borrowing bagi pelaku usaha. Artinya minat untuk ambil pendanaan baik modal kerja maupun kredit investasi makin besar.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terjebak di 5% premium

Kata Bhima, sektor yang diuntungkan dalam jangka menengah dengan pemangkasan suku bunga acuan BI adalah properti, kendaraan bermotor, ritel, konstruksi dan manufaktur. 

Bhima menambahkan, bagi kredit konsumsi juga terbantu karena turunnya bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan kendaraan bermotor sehingga tingkat konsumsi rumah tangga akan meningkat.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diperkirakan Mentok di 5,2%

“Yang jadi catatan dampak tadi butuhlah setidaknya 2-3 bulan pasca BI turunkan bunga,” kata Bhima kepada Kontan.co.id, Kamis (25/7).

Akan tetapi, insentif moneter ini perlu ditambah agar seluruh sektor mendapatkan gairah investasi. Bhima menilai butuh 25-50 bps lagi atau sama dengan BI 7-DRR di kisaran 5%-5,25%, investasi benar-benar bisa terkucur deras.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×