kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Menakar Dampak Penghentikan PPKM Terhadap Ekonomi Indonesia


Rabu, 28 Desember 2022 / 19:01 WIB
Warga melintas di terowongan Kendal, Jakarta, Selasa (5/7/2022).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Signal menuju endemi semakin terang. Bahkan pemerintah berencana menghentikan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada tahun 2023.

Direktur Eksekutif Sagara Institute, Piter Abdullah, menyebut penghentian kebijakan PPKM dan PSBB tidak akan berdampak signifikan pada perubahan ekonomi dalam negeri. 

"Dampaknya hampir tidak ada, karena masyarakat sudah hampir pulih aktivitasnya," kata Piter pada Kontan.co.id, Rabu (28/12). 

Baca Juga: Hasil Kajian Pencabutan PPKM Kelar Meinggu Ketiga Januari 2023

Meski demikian, Piter menilai kebijakan ini diambil pada momen yang tepat dimana dunia sedang mengalami kesulitan perekonomian. 

"Terlepas dari aspek kesehatan, timingnya tepat dan bisa meningkatkan kepercayaan diri dunia usaha," tambah dia. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan kajia baru terkait keberlanjutan kebijakan PPKM. 

Baca Juga: Pencabutan PPKM Tunggu Hasil Kajian Kemenkes

Ia mengungkapkan, kajian baru akan selesai kemungkinan minggu ketiga di Januari 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×