kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.748   40,00   0,23%
  • IDX 6.488   -37,35   -0,57%
  • KOMPAS100 846   -2,99   -0,35%
  • LQ45 640   -4,21   -0,65%
  • ISSI 228   -0,04   -0,02%
  • IDX30 357   -2,51   -0,70%
  • IDXHIDIV20 435   -1,56   -0,36%
  • IDX80 96   -0,45   -0,46%
  • IDXV30 121   -0,01   -0,01%
  • IDXQ30 113   -0,78   -0,69%

Memihak di pilkada, 15 PNS dipecat


Rabu, 20 April 2016 / 14:28 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Setyawan Wangsaatmadja mengatakan telah memberikan sanksi kepada pegawai Negeri Sipil (PNS) karena pilkada serentak 2015 lalu. PNS tersebut tak netral di pilkada.

Padahal UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara secara tegas menyatakan netralitas birokrasi dan larangan politisasi birokorasi.

"Terkait netralitas, kami telah melakukan pemecatan kepada tujuh pegawai negeri sipil di pilkada lalu karena mereka mempunyai keterlibatan aktivitas politik untuk salah satu pasangan calon," ujar Setyawan di kantornya, Jakarta, Rabu (20/4/2016)

Menurut Setyawan, pemerintah sangat serius karena ASN kerap kali dimanfaatkan menjadi mesin politik bagi para kandidat terutama calon yang berasal dari petahana. Apalagi pegawai negeri mempunyai posisi yang amat strategis untuk memobilisasi massa.

Sementara berdasarkan UU ASN, menyatakan bahwa Pegawai negeri sipil harus bebas dari pengaruh dan intervensi politik baik pribadi maupun kelompok atau partai politik. "Pegawai ASN mau tidak mau, suka atau tidak suka harus netral agar tidak terpengaruh dari intervensi suatu golongan dan partai secara praktis," jelasnya.

(Amriyono Prakoso)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×