kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Melihat Dampak Perang Rusia di Ukraina Terhadap Kinerja Ekspor Indonesia


Selasa, 15 Maret 2022 / 14:19 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah truk pengangkut peti kemas melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/12/2021). Melihat Dampak Perang Rusia di Ukraina Terhadap Kinerja Ekspor Indonesia.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Sedangkan, untuk komoditas impor utama Indonesia dari Ukraina, komoditas terbesar yaitu serealia yang sepanjang 2021 nilainya sebesar US$ 946,5 juta, dan pada Januari sampai Februari 2022 sebesar  US$ 15,7 juta.

Lebih lanjut, Margo bilang, komoditas impor terbesar dari Rusia ke Indonesia adalah besi dan baja. Namun, share-nya hanya sebesar 3,74%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan impor besi dan baja dari China alias Tiongkok yang mencapai 22,95%.

Baca Juga: Tekanan Eksternal Bisa Membuat Rupiah Kembali Melemah pada Senin (14/3)

Selanjutnya,  komoditas impor utama dari Ukraina ke Indonesia adalah Serealia. Namun share-nya juga kecil, hanya 2,16% jika dibandingkan dengan Australia yang mencapai 36,09%.

“Jadi jika impor serealia dari Ukraina terganggu kita bisa meningkatkan impor dari negara lain agar pasokan tidak terganggu sehingga ekonomi Indonesia bisa berjalan. Begitupun dengan impor besi dan baja,” jelas Margo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×