kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Megawati: Orang pintar banyak korupsi


Sabtu, 21 Desember 2013 / 14:40 WIB
Megawati: Orang pintar banyak korupsi
ILUSTRASI. Promo Chigo gratis menu Chi-Mat berlaku sampai 7 Agustus 2022 (dok/Chigi.id)


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri heran pelaku korupsi alias koruptor di Indonesia justru banyak dilakukan orang-orang pintar.

"Waktu zaman ayah saya (Soekarno), yang namanya ITB itu, bumiputera itu hanya ada 2 insinyurnya, ada bapak saya dan Ir Anwari. Tapi kok setelah berdiri republik ini semua yang bikin korupsi orang pintar kan?" tanya Megawati dalam Dialog Kebangsaan bertema "Kedaulatan Pangan dan Martabat Bangsa" di kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (21/12).

Megawati kemudian memberi contoh koruptor dari kalangan orang-orang pintar. "Coba saja lihat di TV, itu semua orang pintar kok. Ada korupsi di SKK Migas. Yang ketua MK mestinya mikirin hukum tapi korupsi," kata Megawati.

Dua kasus yang dimaksud Megawati adalah dugaan suap SKK Migas yang menyeret Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan kini ditangani KPK. Kemudian kasus kedua adalah suap Pilkada Lebak Banten melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan saat ini dalam penanganan KPK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×